Minggu, (8/3/2026)
Anak merupakan pribadi yang berharga dan memiliki potensi untuk bertumbuh secara optimal ketika mendapatkan perhatian, kasih, dan pendampingan yang tepat. Dalam konteks pelayanan anak di gereja, para pelayan anak memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan iman, karakter, dan perkembangan anak. Tantangan pelayanan anak di masa kini juga semakin beragam, termasuk kehadiran anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendekatan yang tepat agar setiap anak dapat bertumbuh dan dilayani dengan baik.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, HKBP Slipi menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para pelayan anak pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Cisarua. Kegiatan ini bertujuan membekali para pelayan yang melayani dalam pelayanan anak di HKBP Slipi agar semakin mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada anak-anak. Dalam kegiatan ini, Susi Rio Panjaitan diundang sebagai narasumber dan trainer untuk menyampaikan materi dengan topik “Tantangan Pelayanan Anak di Masa Kini: Setiap Anak Berharga”.
Dalam sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai psikologi anak berkebutuhan khusus serta berbagai varian anak berkebutuhan khusus yang sering ditemui dalam pelayanan. Melalui pengenalan ini, para pelayan diharapkan dapat mengenali karakteristik anak yang mereka layani sehingga mampu memberikan pendekatan yang lebih tepat. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai hak-hak anak yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (Indonesia) dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas (Indonesia) sebagai landasan penting dalam memberikan pelayanan yang menghargai dan melindungi setiap anak.
Dalam pelatihan ini juga dibahas bagaimana memberikan pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus dalam kelas yang bersifat inklusi. Para pelayan diajak memahami bahwa kehadiran anak berkebutuhan khusus tidak boleh mengurangi perhatian terhadap anak-anak lainnya. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk dilayani dengan baik. Oleh karena itu, pelayan anak perlu memiliki kepekaan, strategi pelayanan yang tepat, serta kemampuan mengelola kelas secara seimbang sehingga seluruh anak dapat merasakan penerimaan, perhatian, dan pelayanan yang adil.
